Terpelajar dan Tak Terpelajar

"Pendidikan yang Aneh" memang, sebagian lembaga pendidikan formal di negeri kita memang sudah sedemikian rupa bentuknya, lucu..., lembaga pendidikan sudah layaknya seperti bukan tempat mendidik generasi penerus bangsa,  hal demikian memang tidak berlebihan, jika kita melihat dari lulusan (output) baik dari sekolah tingkat menengah SMA, MA, SMK bahkan tingkat sarjana atau bahkan tingkat magister sekalipun.

Mungkin akan sulit bagi kita untuk membedakan antara orang "Terpelajar dan Tak Terpelajar" jika dilihat dari berbagai sudut pandang, contoh kecil: jika kita membedakan status intelektualitas, terkadang tidak sedikit kaum intelektual yang taraf hidup (finance) mereka nyaris sama dengan yang tidak intelektual, jika kita lihat dari sudut mentalitas dan pola pikir, tidak sedikit orang yang mengecap pendidikan sangat minim memiliki pola pikir yang lebih maju dan lebih besar dari kaum intelektual, kekuatan mental, belajar untuk berani dan sanggup untuk kalah kaum tak terpelajar jauh lebih kuat dibandingkan kaum intelektual!, hal ini terbukti bagaimana ketika para calon legislatif (Caleg) yang depresi karena kalah dalam pemilihan, hal ini dikarenakan mereka  tidak pernah diajarkan dan belajar untuh kalah secara sportif dan kompetitif.  Jika kita melihat dari sudut pandang yang lain, bagaimana tutur kata yang santun lebih dapat terlihat dominan dimiliki masyarakat tak terpelajar.

Lantas apa yang membedakan antara Terpelajar dan Tak Terpelajar?

Setelah saya sedikit meluangkan waktu untuk berpikir dan membaca beberapa referensi, ternyata yang menjadi permasalahan ternyata bukan Terpelajar dan Tak Terpelajar yang membedakan, tetapi dimanakah seseorang itu di didik dan dimana seseorang dibesarkan, faktor lain yang mempengaruhinya adalah keluarga, masyarakat (Lingkungan) dan dimana seseorang itu di didik yakni sekolah, perguruan tinggi (Universitas).

Seseorang yang dibesarkan di lingkungan dan keluarga yang "baik" berpeluang untuk berperan sebagai orang  "baik" pula, hal ini tentu saja berbeda dengan seseorang yang dibesarkan pada masyarakat dan keluarga yang kurang baik, keluarga dan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, religius dan  masyarakat terpelajar (educated environment). Seseorang yang di didik ditempat yang baik tempat dimana nilai-nilai moral ditanamkan, nilai professionalisme dan sportivitas menjadi budaya begitu juga dengan keagamaan yang tertanam dengan baik maka, saya yakin seseorang yang terpelajar memang benar adalah figur (Icon) dalam masyarakat kita.

Dan mulai saat ini coba kita instropeksi diri kita, apakah kita dapat di katakan orang yang terpelajar dan orang yang di didik dengan baik atau tidak, jika tidak, sia-sia sudah kita menghabiskan uang untuk sekolah atau mungkin kuliah....

Tulisan ini memang mengandung unsur subjektivitas, tapi tidak mengaburkan sisi objektif.