Tunjangan Guru (Fungsional) dan Konspirasi

Ketika tunjangan Guru (fungsional) dikabarkan akan segera turun, betapa sumringah wajah para guru guru, khususnya guru honorer di negeri ini. dana bantuan / fungsional guru untuk kesejahteraan para guru ini merupakan dana yang nampaknya selalu ditunggu-tunggu dan menjadi harapan bagi mereka yang memiliki gaji kecil.

Tahun lalu 2009, dana fungsional guru turun, termasuk saya, hehehe, para guru yang akan mendapatkan dana tersebut harus mengisi form pendaftaran membuat rekening baru yakni BTN , karena dengan itu maka dana akan mudah untuk dicairkan. Saat itu, setelah saya mendapatkan buku tabungan BTN tersebut saya dengan senang hati (Wajar dong dapet duit ...) memacu belalang tempur (motor bodong) ke Bank BTN di Bintaro, ketika sampai disana, pihak bank mengatakan jika dana tersebut tidak bisa di cairkan di bank BTN akan tetapi hanya dapat dicairkan di kantor pos, lalu akhirnya saya menuju kantor pos yang lumayan jauh yakni di daerah Kebon Kopi, setelah itu saya bisa mendapatkan dana fungsional yang telah mendapatkan potongan administrasi yang saya tidak tahu untuk apa... yang pasti saya mendapat dana keseluruhan di rekening BTN sebanyak Rp. 2.250.000 lumayan kan untuk bayar kontrakan dan cuci steam motor saya yang gak pernah dibersihkan. 

Yang sedikit saya pertanyakan potongan yang dilakukan oleh diknas wilayah terkait untuk apa, disini memang para guru dan bahkan sekolah tidak mengetahuinya secara transparan, coba kita bayangkan berapa nominal yang didapat dengan potongan Rp. 250.000 per-guru seandainya ada 3.000 guru yang berada pada kota tertentu, maka jumlahnya yaitu Rp. 750.000.000 pada satu wilayah, banyak bukan, jadi jika ingin mendapatkan dana fungsional guru jadilah Kepala dinas atau pihak yang mengurus dana fungsional guru jangan jadi guru, hehe.

Saya yakin, para guru dan sekolah tidak akan pernah mempertanyakan potongan dana yang besar tersebut untuk apa. Guru di negeri ini, untuk mendapatkan bantuan Rp. 2.250.000 selama setahun pasti akan sangat senang dan tidak akan rewel untuk menanyakan potongan administrasi dari birokrasi, wong takut kalau banyak protes nanti takut tahun depan dana bantuan seperti ini tidak turun kan guru juga yang rugi...

Tahun ini 2010, saya tidak mendapatkan dana  Fungsional guru,,,, hik.hik.hik, hal ini dikarenakan saya tidak memiliki NUPTK, mungkin karena saya belum sarjana S1, meskipun sudah hampir 3 (tiga) tahun mengajar. dan yang saya herankan adalah mengapa saya tidak mendapatkan NUPTK? sedangkan tukang bersih-bersih pada sekolah-sekolah yang lulus SMP sekalipun bisa mendapatkan NUPTK, kenapa saya tidak?, tak apalah, rezeki yang mengatur kan yang diatas, manusia hanya bisa berusaha dan bermimpi, yang terpenting janganlah menutupi rezeki orang lain karena hal itu tidak baik, iya kan?.

Oh, iya, pada tulisan ini juga saya juga masih bingung dengan kebijakan ataukah konspirasi yang terjadi antara pemerintah dengan pihak bank, sepengetahuan saya, para guru yang akan mendapatkan aliran dana bantuan tahun ini sedang disibukkan untuk mengisi form pendaftaran pembuatan rekening baru, mudah-mudahan bukan bank BTN sih seperti yang dulu karena bank tersebut tidak bisa cair tetapi dikantor pos seperti transfer lewat wesel, iya kan?, lantas buku tabungan serta rekening para guru yang sudah mereka miliki akan menjadi sampah, iya kan, mengapa guru diharuskan membuat rekening baru lagi, tentu saja ini akan membutuhkan pemotongan dana lagi dan itu pasti, sungguh ini sesuatu yang mengecewakan, dana guru  fungsional menjadi proyek dan objekan bagi pihak terkait entah dari pihak pemerintah sendiri dan pihak bank dalam menangguk keuntungan dari kerja keras para guru di negeri ini.

Diakhir tulisan ini. Semoga semua pihak, rekan-rekan guru, departemen pendidikan RI dan semua pihak terkait yang ingin mencerdaskan anak bangsa, diberikan segala keberkahan Tuhan, selama kita semua memberikan kemudahan kepada semua orang, dan semoga Tuhan memberikan kesadaran kepada orang mempersulit segala urusan (Konspirator), sehingga apa yang kita inginkan tercapai. Tulisan ini merupakan tulisan mungkin saja yang jauh dari kebenaran, kalau memang ada yang salah itu merupakan unsur subjektifitas saya, silahkan berikan komentar di tulisan ini. trims dan maju terus pendidikan!