“Luka-luka”


Tatapan kosong itu telah jadikan bebanku kawan
Sampai kapan kau lena akan asa
Asa yang tumbuh berbunga pun wangi

Tataplah bintang dan bulan walau ia tak perduli
Hinggakau lupa atas manusia Indonesia
Pemerintah yang bodoh dan rakyat pun bodoh
Tenang kawan aku dan kau sama senasib
Kita tidak sendiri menuju surga
Bersama “brandy” kita reguk

Alkohol ini lebih mulya dibandingkan
Ilmuan disana, ahli agama disana
Disaat filsafat dan agama tak berarti

Kawan mari kita tersenyum melihat luka-luka
Senyum dan tertawa, lama sudah kita  tak tertawa
Senyumlah akan generasi yang terluka lebar

Tersenyumlah atas periuk nasi yang t’lah terenggut
Tertawalah kala hak sekolah dicabut
Menangislah disaat imam mahdi datang