MANISNYA DOSA[1]


Ia tersenyum manis sekali
Bibir sempurna
Dengan tubuh indahnya
Ia merayu

Penuh pengharapan
Ia hembuskan nafas kenikmatan
Mata bening itu
Penuh daya magis

Membelenggu
Hingga tak kuasa
Menahan gejolak nafsu
Desah nafas yang memburu

Menyapu wajah
Terasa hangat
Jiwa bergetar tak beraturan
Lupa segalanya
Tak perduli

Hukum
Lupa
Rasa malu terbungkus sahwat
Tiada yang dapat menghentikan
Ketika birahi berkuasa
Hingga tangisan pilu
Ketika semuanya hilang
Penyesalan hanya sesal
Semua telah terjadi

Catatan kelam
Tergores
Tinta hitam
Torehkan sebuah nista



[1] sebuah pesan buat sahabatku Edi Suryadi