Hari Gini Masih Kesurupan!

Nah postingan sekarang agak sedikit berbeda, topiknya "kesurupan", dari topiknya udah kaya lagu, "ow ow kamu kesurupan..."  hehe. sampai sekarang fenomena kesurupan atau kerasukan bagi  mayoritas masyarakat kita masih diyakini sebagai proses masuknya roh jahat, jin, setan, kuntilanak, genderuwo dll. Kejadian unik ini setiap tahun terjadi dan di dominasi oleh sekolah sebagai TKP atao "Tempat Kejadian Perasukan".

Menurut laporan media tahun 2007, dalam satu bulan, peristiwa kesurupan pernah terjadi di empat kota secara berurutan: Yogyakarta (6/3), Surabaya (20/3), Banjarmasin (20/3), dan Bogor (21/3). Bahkan, di tahun 2008, tiga peristiwa kesurupan terjadi di hari yang sama (25/11) di tiga kota: Jambi, Banjarmasin dan Malang.

Di Jambi, kesurupan dialami puluhan siswi SMK Negeri 4 Jambi. Seorang guru juga ikut kesurupan. Tiga hari sebelumnya peristiwa yang sama juga terjadi di sekolah itu. Sementara di Banjarmasin, puluhan siswi SMA PGRI II kesurupan saat mengikuti pelajaran. Kesurupan di sekolah ini hampir setiap tahun terjadi.
Di Malang, kesurupan massal terjadi di SMP PGRI I Pakisaji. Kesurupan justru terjadi saat sekolah mengadakan ritual untuk mengusir roh jahat. Karena sekolah ini memang sudah langganan menjadi korban kesurupan massal.

Di Padang, menurut laporan Majalah Gatra (Edisi 51, 31 Oktober 2003) pernah terjadi kesurupan beruntun dan sepertinya terpola. Mula-mula, pada bulan Juli, kesurupan menimpa 10 santriwati Pondok Pesantren Khairul Ummah, Tunggul Hitam. Sebulan kemudian merambah ke Pesantren Tungkar, Luhak, Limapuluh Kota. Beberapa santriwatinya mengalami kejadian yang sama.

Pada bulan September, giliran Madrasah Aliyah Negeri 2 Payakumbuh yang dihebohkan dengan kejadian serupa. Sedikitnya 11 siswi mengalami kesurupan dengan gejala yang mirip. Karena kejadian itu memiliki proses yang sama, menimpa pada pelajar yang satu model, yakni pesantren dan madrasah Aliyah, atau pelajar Islam, sampai-sampai ada isu yang mengaitkan kejadian itu dengan upaya pemurtadan oleh pemeluk agama tertentu terhadap pemeluk Islam. Beruntunglah isu itu tidak sampai menimbulkan kerusuhan massal.

Dan barusan tadi persitiwa kesurupan terjadi di salah satu Sekolah Menengah Atas di kawasan Tangerang Selatan. 

Dari semua kejadian kerasukan yang hampir semuanya terjadi di Sekolah atau kegiatan sekolah!, kok bisa hari gini masih kerasukan!, apa sih kerasukan?, kok terjadi di sekolah kenapa gak di mall, di club atau di tempat hang out aja. ;)

Kerasukan atau kesurupan secara individu maupun massal saat ini masih diyakini oleh masyarakat kolot sebagai proses masuknya roh jahat, jin, hantu, kunti-anak, kunti-ibu, kunti-nenek dan genderuwo, waaaaaaaa... serem banget kan?. apakah anda percaya semua pemikiran aneh itu?, kalo anda percaya, silahkan anda tutup halaman blog ini!, dan pergi saja cari sumur tua dan ceburkan diri anda. waaaaa... atau anda gantung diri saja, waaaa.... loh kenapa bijitu, ya iya lah, emang ada dalam Islam (bagi anda yg muslim)  membaca  Audzubillahimin genderuwo / kuntilanak / hantu Nirrojim  yang ada kan Audzubillahiminassyaitonirrojim.   

Lantas bijimana dong?  sebelum kita meyakini sesuatu apa pun itu, selayaknya kita mengkaji terlebih dahulu peristiwa apa itu, khususnya peristiwa kerasukan,  didalam dunia rasio, ilmiah proses kerasukan merupakan gejala kejiwaan Dissociative Trance Disorder, Histeria, Tourette Syndrome, schizophrenia, epilepsi, dan kelainan psikiatrik atau kelainan kejiwaan lainnya. 

Kita dapat menyimpulkan jika peristiwa demikian adalah proses yang terjadi ketidak sadaran pada diri individu sehingga terjadi penderita akan:
  1. Bertindak lepas kontrol dan berbeda dari biasanya
  2. Hilang kesadaran akan sekitarnya dan tidak sadar dirinya sendiri
  3. Sulit membedakan kenyataan atau fantasi pada waktu yang sama
  4. Perubahan nada suara
  5. Kesusahan berkonsentrasi
  6. Perubahan pita suara
  7. Kadang-kadang hilang ingatan
Kok bisa?, ya iyalah bisa, karena usia sekolah merupakan usia yang sangat rentan untuk terjadinya kesurupan eh jangan kesurupan ya, kita sebut aja penderita schizophrenia, loh kok schizophrenia iya karena hampir semua penderita adalah proses kepribadian yang pecah, contoh siswa yang sopan dan santun tiba-tba jadi galak dan berbicara kotor. jadi orang yang mengalami schizophrenia adalah orang yang memiliki kepribadian yang ganda atau menggandakan kepribadian.

Terus Bijimana mengobati orang yang kesurupan eh schizophrenia? gampang banget kalee... bawa penderita schizophrenia ke puskesmas suntik dengan obat penenang maka penderita schizophrenia akan tertidur pulas dan ketika mereka sadar, mereka sudah sembuh.

Terus kok bisa ya penyakit schizophrenia menular, misalkan satu orang (Individu) kesurupan eh tau-tau jadi massal?, itu sih masalah sugestif, yang paling mudah tersugesti adalah kaum perempuan, jadi jangan heran kalo yang kesurupan kaum cewe2 dan banyak loh yang mencari-cari kesempatan, hayoo ngaku "ow ow kamu ketahuan"  terus kalo yg kesurupan bayak gimana? gampang zuga kalee, tinggal bawa aja ke puskesmas atau RS terdekat atau gampangnya panggil dokter aja ke Sekolah kan gampang tinggal tusuk aja pake jarum suntik. Habis perkara. jadi gak usah pake dukun2, jampe2 dan semburan-semburan air mantera campur air ludah, wueik... mendingan gitu aja. yah.

Tulisan ini bentuk "gelisahku" melihat keterbelakangan pendidikan yang mengedepankan ketidak-cerdasan. yang bertanggung-jawab atas terjadinya kesurupan adalah "sekolah" kok sekolah? ya iya laah,

Alasannya gini: Siswa atau remaja adalah waktu bagi mereka dalam masa peralihan (Pubertas) atau saat adanya "badai dan tekanan" (storm and stress), saatnya bagi mereka untuk bersenang-senang,  jadi intinya, ketika mereka ingin bersenang-senang siswa dihadapkan oleh suasana sekolah yang tidak mereka kehendaki. waktu dihabiskan untuk belajar, menumpuknya PR, Tugas inilah itulah dan tetek bengek sehingga mereka berada dibawah tekanan (under pressure) jadi kalo sekolah memiliki jam yang laaaammaaaa, udah dipastikan siswanya banyak atau berpotensi kesurupan!. 

Selain itu kesurupan eh schizophrenia merupakan pecahnya kepribadian seseorang, jadi usia sekolah terkadang dihadapkan oleh sesuatu yang multi interpretasi apa itu? Multi interpretasi adalah pemahaman yang berbeda tentang sesuatu, misalnya guru agama megatakan A, sedangkan guru fisika mengatakan B tentang sesuatu yang sama, bingung?, gini loh, kalo guru fisika mengatakan bahwa proses terjadinya kejadian alam adalah terjadi dengan sendirinya, maka guru agama akan mengatakan bahwa kejadian alam merupakan kejadian yang di kehendaki Tuhan. yaik, siswa bingung yang mana yang bener?!? itulah yang dinamakan proses pemecahan kepribadian di sekolah.ada lagi loh yang lebih gak mendidik, apa itu, guru yang suka bergossip, misalnya Guru A galak loh pokoknya gak menyenangkan plus sok tau,  eh gak taunya guru A itu baek, rajin menabung, suka jajanin siswa, dan gak sok tau tapi banyak tau, hehhe

Terus apalagi, kok sekolah tetep kudu bertanggung jawab. alasannya adalah sekolah menjadi tempat yang angker, tidak menyenangkan, ajang konflik, ajang pertempuran dan jam masuk yang panjaaaaang dan laaaammaaaaa. terus bijimana dong, jam sekolah jangan kelamaan, kalo lama juga boleh, tapi proses belajar harus menyenangkan, karena usia sekolah adalah masa kesenangan, jadikan sekolah menjadi tempat yang edukatif jadi dilarang keras bergossip apalagi black compaign atau kampanye hitam apa itu kampanye hitam? cari aja sendiri. !!!

Dahan ah, gelisahku usai sudah!!!!!!!!!!! plus cape ngetik, untung ada rokok sama kopi waaaaaaaa... (BTW GAMBARNYA BANYAK NIH ANAK2 ALAY YG KESURUPAN TAR NYUSUL YA)