"Berpura-puralah mencintaiku"

Jakarta - 11 Juni 2011: Dalam kesendirianku malam ini, teringat sudah banyak hal yang terlewati. perjalanan rumit bahkan berliku, mencoba jalani berbagai pola dalam gelak tawa bahkan sedu sedan dan merintih.

Itulah hidupku, kompleks penuh noda menjadi corak seni kehidupan dalam ritme yang terkadang tak beraturan. dinamika tidak sempurna menjadikan aku risau akan apa yang saat ini kujalani, biarlah kujalani meskipun tetap galau namun kujaga sisi dan rasa manusiawi.

Biarlah waktu yang akan menjawab ataukah kematian akan menjawab, aku adalah misteri dibalik tembok-tembok sejarah yang kutorehkan setiap detik. andai ku mendengar  celoteh serangga disuduk kamarku, mengntip dan melihat aku yang bercengkrama dengan alam.

Hei kalian, orang yang pernah ada dalam kehidupanku, terima kasih sudah mengisi relung jiwa yang kosong dalam aktifitasku, meski kita mengisinya dengan rasa ketakutan, kecemasan atau bahkan dengan api kemarahan.

Beruntungnya aku bersama kalian dalam gelak tawa meraih mimpi bersama, merengkuh harapan dalam nada, kuingin kalian tahu jika aku peduli. bersama kalian kesepianku mendadak sirna seperti buih dipantai, kubisikkan sebuah kaliamat "Cintai aku, jika tidak berpura-puralah mencintaiku"