Dunia Musik Kita

Dengan sok tau  saya bicara tentang musik... setelah berkecimpung di dunia musik, memenejeri beberapa band indie dan major. dengan penuh perjuangan, merasakan sakit dan senang di dunia entertaint. hemm dapat disimpulkan jika dunia musik cukup rumit.

Loh kok rumit? iya, dunia musik memang rumit, apalagi jika sudah dikotak-kotakkan dari berbagai genre. yang menjadikan sebuah band, solo ataupun duo harus menyusun berbagai strategi agar band tersebut dapat diterima publik. strategi sedemikian adalah tugas manager band sebagai motoris sebuah perjalanan band indie maupun major.

Sebenarnya jika kita melihat dengan sudut pandang tertentu, musik adalah universal dan milik semua orang dan tiada yang dapat berhak dan berwenang untuk bicara apalagi mengkotak-kotakkan musik itu sendiri. toh musik bukanlah milik perorangang atau komunitas. musik itu milik semua orang dari dulu dan sekarang.

Ok kita kerucutkan saja tulisan ini menjadi lebih simple...

Pertanyaan mendasar saja... bagaimana sebuah band, solo atau duo atau bahkan boyband atau girlband dapat diterima publik secara menyeluruh? disini yang pasti materi atau lagu yang menjadi penentu utama seorang entertaint dapat diterima atau tidak. jika materi belum matang secara menyeluruh menjadikan perjalanan pelaku musik tersendat. jadi untuk pelaku musik, hendaklah perbaiki materi sebagus mungkin dan lempar saja ke publik dalam bentuk mp3, dan dengarkan respon dari mereka. jika diterima dan respon positive mengapa tidak untuk melakukan promo dari event to event.

Dari statement  saya diatas, untuk materi sebagai penunjang utama. maka menimbulkan pertanyaan baru, materi seperti apa yang menjadikan pelaku musik dapat diterima publik?

Dari berbagai perjalanan saya menekuni dunia musik, dari obrolan kecil dengan guru-guru musik, anak band, EO dan produser yang memiliki strategi marketing yang majemuk. saya dapat menyimpulkan dengan sederhana. Seni musik harus dilihat dari segmen pasar yang ada. seni musik adalah sebuah produk yang harus memiliki standar industri. saya sering meng-analogikan musik itu adalah sebuah menu makanan. nah menu makanan seperti apa yang diminati oleh konsumen?

Masyarakat kita adalah masyarakat yang sangat sederhana. "ingat itu baik-baik" menu makanan masyarakat kita itu adalah menu sederhana. coba kita survey warung-warung makan disekitar... betapa sederhana menu yang tersedia!, nah itulah masyarakat kita. mereka suka hal-hal yang saderhana, dan begitu juga dengan musik. masyarakat kita lebih menyukai menu dan musik sederhana. contoh adalah band WALI. band ini merupakan band yang luar biasa, band yang sangat cerdas, mereka memahami pasar, sehingga mereka dapat mencipta karya yang  sangat luar biasa laris manis.

Statement diatas jangan menjadikan kita mencipta karya yang sama dengan WALI tentunya, kita harus melakukan sesuatu yang berbeda dan berkarakter agar dapat diterima dan tidak dianggap plagiat tentunya bukan?.

Nah dapat disimpulkan tulisan kali ini, yakni jika ingin menjadi pelaku musik yang sukses menjadi sebuah keniscayaan untuk mencipta sesuatu yang sederhana seperti kesederhanaan masyarakat kita,     dengarkan orang lain dan hilangkan sifat ego dengan materi-materi yang telah di buat.